Jumat, 09 Maret 2012

Penemuan yang tak disengaja dan Bermanfaat


Manusia bisa merencanakan, tetapi Tuhan yang menentukan. Begitu pepatah yang sering didenger, yang menunjukkan bahwa perencanaan manusia bisa saja berbeda dengan rencana Tuhan sehingga sering terjadi hasil yang tidak sesuai dengan kehendak manusia itu sendiri.

Namun penemuan berikut ini terjadi secara tidak disengaja dan bukan merupakan sebenarnya dari si penemu. Sebuah 'blessing in disguise' atau rahmat Nya yang tersembunyi dalam sebuah kejadian yang tidak dikehendaki.


1. Oven Microwave
 
Dalam tahun 1945 Percy Lebaron Spencer, seorang insinyur dan pencipta Amerika, sibuk bekerja di pabrik magneton, alat yang digunakan untuk menghasilkan sinyal radio gelombang mikro yang merupakan bentuk awal dari radar. Radar adalah sebuah inovasi luar biasa penting dimasa perang, tetapi penggunaan gelomvang mikro untuk memasak makanan adalah ketidaksengajaan.

*Ketika sedang berdiri didekat sebuah magnetron yang sedang hidup, Spencer mendapati bahwa batang coklat di saku nya meleleh. Pikiran nya yang tajam segera mengerti bahwa itu adalah akibat gelombang mikro. Kemudian dia mencobanya terhadap biji jagung brondong, lalu pada sebutir telur hingga meledak. Oven microwave pertama beratnya sekitar 340 Kg dengan ukuran sebesar kulkas.

2. Kerucut es krim
 
Kisah ini adalah suatu contoh yang sempurna dari penemuan yang tidak disengaja, dan sebuah kesempatan penemuan langka yang memberi dampak keseluruh dunia. Dan merupakan sebuah pertemuan manis. Di awal tahun 1904, es krim di sajikan di atas sebuah piring. Sampai suatu ketika di World Fair pada tahun itu, di Saint Louis, Missouri, dua bahan makanan yang kelihatan nya tidak berhubungan dengan tak ter elak kan tersambung bersama-sama.

Pada saat udara sangat panas di World's Fair 1904, depot es krim menjual es krim dengan cepat sampai ke abisan piring piring. Depot sebelahnya tidak seberuntung penjual es krim, yaitu penjual Zalabia - sejenis wafer tipis dari Persia - dan pemilik depot mengusulkan sebuah ide untuk menggulung Zalabia nya menjadi kerucut dan meletakkan sebongkah es krim di atasnya.

Demikianlah kerucut es krim dilahirkan - dan hingga kini masih ditemukan es krim dengan kerucutnya semodern apa pun pembuatan es krim itu.

3. Kertas Catatan Post - it
 
Penemuan kertas catatan Post-it yang sederhana adalah sebuah kolaborasi yang kebetulan antara ilmu pengetahuan yang payah dengan seorang jemaat Gereja yang putus asa. Pada tahun 1970, Spencer Silver, seorang peneliti Perusaahaan besar Amerika 3M, tadinya berusaha merumuskan sejenis lem perekat yang kuat, tetapi berakhir pada penciptaan sebuah lem yang sangat lemah yang bisa dilepaskan dengan mudah. Ia mengenalkan penemuannya di 3M, tetapi tidak ada orang yang peduli.

Empat tahun kemudian, Arthur Fry, seorang rekan kerja Silver di 3M dan anggota paduan suara di gerejanya, terganggu oleh kenyataan bahwa kertas kecil yang di selipkan di bukunlagu rohani nya sebagai tanda batas halaman selalu terjatuh ketika buku itu dibuka. Dia kemudian meminta bantuan kepada Spencer Silver untuk mempergunakan hasil temuan nya, yakni lem perekat yang lemah itu sebagai penanda batas halaman bukunya. Penanda berupa kertas berperekat temuan Spencer Silver bekerja dengan sempurna, dan dia kembali menjual ide itu kepada 3M. Pemasaran percobaan dimulai tahun 1977, hingga post -it dikenal diseluruh dunia sekarang ini.

4. Keripik kentang
 
Tahun 1853, disebuah rumah makan di Saratoga, New York, seseorang yang sedang makan malam, Cornelius Vanderbilt, terlihat cerewet sekali karena berulang kali menolak memakan gorengan yang di pesan nya. Dia mengeluh gorengan itu terlalu tebal dan telalu basah.

Setelah dikembalikan beberapa piring dan lalu lebih menipiskan potongan kentangnya, kepala tukang masak George Crum memutuskan untuk menggoreng irisan kentang yang tipis tersebut didalam minyak goreng yang banyak, maka jadilah keripik kentang seperti sekarang ini.

Vanderbilt pada awal nya memprotes usaha si kepala tukang masak, katanya gorengan itu terlalu tipis untuk di tusuk dengan garpu, tetapi setelah beberapa percobaan, keripik kentang itu kemudian menjadi kesukaan, dan segera semua orang didalam rumah makan tersebut memesannya. Sehingga pada daftar menu di cantumkan "Saratoga Chips".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar